
Kejuaraan Atletik Asia Tenggara (SEA) U-18 dan U-20 2025 adalah ajang Sports olahraga regional. Kompetisi ini mempertemukan atlet muda terbaik dari negara-negara ASEAN. Acara ini menjadi agenda penting untuk kategori usia 18 dan 20 tahun.
Selama empat hari penyelenggaraan, Indonesia tidak hanya sukses menjadi penyelenggara, tetapi performa Indonesia juga luar biasa. Atlet muda Indonesia mencetak banyak prestasi. Mereka percaya diri dan bersaing dengan 9 negara ASEAN.
Ajang ini juga diakui dalam peringkat World Athletics, sehingga setiap hasil lomba memiliki dampak penting terhadap perkembangan karier atlet. Bagi Indonesia, keberhasilan ini bukan hanya soal jumlah medali, tetapi juga bukti bahwa regenerasi atletik terus berjalan dengan baik.
Detail Penyelenggaraan Kejuaraan Sports SEA U-18 2025
Kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi bagi atlet muda. Peserta dari berbagai negara akan bersaing. Penyelenggaraan akan berlangsung di lokasi yang strategis dan nyaman. Kami menyiapkan fasilitas terbaik untuk atlet dan penonton.
Berikut informasi lengkap mengenai penyelenggaraan Kejuaraan Atletik Asia Tenggara 2025 U-18 dan U-20 2025:
- Tempat: Stadion Madya Atletik, Deli Serdang, Sumatera Utara
- Tanggal: 15–18 November 2025
- Jumlah Negara Peserta: 10 negara Asia Tenggara
- Total Atlet: ±206 atlet muda
- Jumlah Ofisial: ±72 ofisial
- Jumlah Nomor Lomba: 63 nomor perlombaan
- Status Arena: Bersertifikat World Athletics Class 1
- Kategori: U-18 dan U-20
- Pengakuan Internasional: Terhubung dengan sistem World Athletics Ranking
- Jenis Kompetisi: Ajang sports atletik resmi tingkat ASEAN
Penyelenggaraan ini juga menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya event usia muda terbesar di kawasan ini digelar di luar Pulau Jawa dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan.
- Guadalajara vs Cruz Azul – Epic Draw in the first Half
- Epic Strong! Chelsea vs Barcelona results in the Liga Champions
- Man United vs Everton spectacular Match with full Fierce results
- Exclusive Indonesia Best Results SEA U-18 2025 Sports Championships
- Laos vs Vietnam V88ID Epic ultimate Secure for AFC Group F
Total Medali Sports Indonesia Kejuaraan Atletik Asia Tenggara (SEA) U-18 dan U-20 2025
Indonesia menutup perhelatan ini dengan pencapaian luar biasa, mengumpulkan total 45 medali yang mengukuhkan prestasi gemilang kontingennya. Torehan ini menjadi bukti nyata semangat juang dan kerja keras para atlet yang membanggakan bangsa. Kesuksesan ini semakin memperkuat posisi Indonesia di ajang bergengsi tersebut.
- 14 emas
- 15 perak
- 16 perunggu
Jika dijumlahkan, Indonesia meraih 45 medali. Hasil ini menempatkan Indonesia sebagai juara umum. Dominasi ini memperlihatkan peningkatan kualitas pembinaan atletik usia muda, terutama dalam kategori U-18 dan U-20.
Daftar Atlet Sports Indonesia yang Meraih Medali
Banyak nama baru muncul sebagai bintang masa depan dalam dunia sports atletik Indonesia. Berikut deretan atlet Indonesia yang meraih medali berdasarkan data dari laporan berbagai sumber di Berita Harian Sports V88ID:
Kubalang Geonly – Emas (1.500 m U-18 Putra)
Kubalang tampil gemilang di nomor 1.500 meter U-18 putra. Catatan waktunya 4:14,17 membuatnya berada di posisi terdepan. Kemenangan ini menunjukkan kemampuan endurance dan strategi berlari yang sangat matang.
Jakabiran Harahap – Perunggu (1.500 m U-18 Putra)
Masih pada nomor yang sama, Jakabiran Harahap merebut perunggu. Keberhasilan dua atlet Indonesia naik podium di satu nomor menunjukkan kekuatan Indonesia dalam lomba jarak menengah.
Shava S. Warangga – Emas (100 m U-18 Putri)
Shava menjadi sorotan berkat kecepatannya. Dengan waktu 11,74 detik, ia meraih emas di nomor sprint paling bergengsi kategori putri. Prestasinya juga memberikan energi positif bagi tim Indonesia.
Danselina W. Tauruy – Perunggu (100 m U-18 Putri)
Danselina menambah daftar peraih medali dengan meraih perunggu di nomor yang sama. Dua sprinter Indonesia berhasil berada di tiga besar, menunjukkan kekuatan Indonesia di nomor cepat.
M. Akbar Jabaludin – Emas (100 m U-18 Putra)
Akbar meraih kemenangan meyakinkan dengan catatan 10,42 detik. Performa eksplosifnya menegaskan bahwa Indonesia memiliki bibit sprinter potensial untuk masa depan.
Dwi Ahmad Febrian – Perak (100 m U-18 Putra)
Dwi berhasil menyusul Akbar dan meraih perak. Duet emas–perak ini menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan di kategori sprint putra.
Nixon AT Simangunsong – Emas (Lompat Jangkit U-18 Putra)
Nixon meraih emas lewat lompatan terbaik di nomor lompat jangkit. Teknik, power, dan konsistensinya membuatnya unggul atas atlet lain.
Gilang Satria Wibawa – Emas (200 m U-18 Putra)
Gilang tampil cepat dan stabil, meraih emas di nomor 200 meter. Kemenangan ini menunjukkan Indonesia tidak hanya kuat di jarak 100 meter, tetapi juga nomor sprint menengah.
Rizal Hafiz Fuadi – Perunggu (200 m U-18 Putra)
Rizal turut mempersembahkan medali dengan finis ketiga pada nomor yang sama. Ini kembali memperlihatkan dominasi Indonesia di sektor sprint U-18 putra.
Novi L. Afifa – Emas (Lompat Tinggi U-18 Putri)
Novi mencetak emas di nomor lompat tinggi putri. Kemampuannya menjaga ritme lompatan dan teknik yang stabil membuatnya unggul atas peserta lain.
Sultan F. Hasibuan – Perak (3.000 m U-18 Putra)
Sultan meraih perak saat tampil di nomor 3.000 meter putra. Ini adalah debut perdananya di nomor tersebut, namun ia tetap mampu memberi hasil maksimal.
Kesia Sihotang – Emas (2.000 m Halang Rintang U-18 Putri)
Kesia menjadi salah satu atlet yang menarik perhatian. Ia meraih emas setelah tampil kuat di nomor halang rintang. Konsistensi ritme dan tekniknya menjadi keunggulan utama.
Dampak Positif bagi Atlet Muda Indonesia
Indonesia berhasil meraih 45 medali dalam ajang ini, menunjukkan kekuatan atlet muda di dunia olahraga. Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi para atlet untuk terus berkembang dan berprestasi lebih tinggi. Selain tempat bertanding, ajang ini juga penting untuk mengasah mental, teknik, dan kemampuan fisik para peserta.s
Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U-18 dan U-20 2025 menjadi panggung besar bagi atlet muda Indonesia. Dengan total 45 medali, Indonesia membuktikan diri sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara dalam cabang atletik usia muda.
Nama-nama baru bermunculan, menunjukkan bahwa pembinaan atletik nasional berjalan ke arah yang tepat. Ajang ini juga menguatkan posisi Indonesia sebagai tuan rumah sports event yang profesional dan terpercaya.
